1. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU
Salah satu faktor
yang paling menentukan dalam proses pembelajaran di kelas adalah guru. Tugas
guru yang paling utama adalah mengajar dan mendidik. Sebagai pengajar guru merupakan
peranan aktif (medium) antara pesta didik dengan ilmu pengetahuan. Mengenai
tugas guru, ahli-ahli
pendidikan Islam juga ahli pendidikan Barat telah sepakat bahwa tugas guru
ialah mendidik. Mendidik adalah tugas yang amat luas. Mendidik itu sebagian
dilakukan dalam bentuk mengajar, sebagian dalam bentuk memberikan dorongan,
memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan, dan lain-lain.
Secara umum dapat dikatakan bahwa tugas dan tanggungjawab yang harus
dilaksanakan oleh guru adalah mengajak orang lain berbuat baik.
Tugas dan tanggung
jawab seorang guru sesungguhnya sangat berat. Di pundaknyalah tujuan pendidikan
secara umum dapat tercapai atau tidak. Mengapa di pundak seorang guru dan
bagaimana dengan tugas dan tanggung jawab orangtua anak didik yang mendapatkan
amanat langsung dari Tuhan? Pertanyaan penting ini harus dijawab terlebih dulu
sebelum membahas persoalan ini lebih jauh.
Orangtua memang
mendapatkan amanat langsung dari Tuhan untuk mendidik anak-anaknya. Di hadapan
Tuhan kelak para orangtua juga akan dimintai pertanggungjawaban tentang
bagaimana cara mereka mendidik anak-anaknya. Namun, karena kemampuan,
pengetahuan, dan waktu yang dimiliki oleh orangtua terbatas, sebagian besar
orangtua memercayakan pendidikan anak-anaknya kepada guru-gurunya di sekolah.
Tugas dan tanggung
jawab seorang guru di sekolah semakin berat karena tidak sedikit dari orangtua
yang seakan memercayakan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya di sekolah. Mereka
beranggapan bahwa tugas dan tanggung jawab orangtua adalah bekerja dan bekerja,
sehingga mempunyai uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya,
termasuk biaya sekolah. Bahkan, tidak sedikit orangtua yang berusaha dengan
sekuat tenaga agar anak-anaknya dapat sekolah di tempat yang favorit, meskipun
biayanya mahal.
Orangtua yang
demikian biasanya telah merasa bahwa tugas dan tanggung jawabnya di bidang
pendidikan anak-anaknya telah selesai. Mereka percaya sepenuhnya bahwa pihak
sekolah telah mendidiknya dengan baik, sehingga merasa tak perlu lagi mengontrol
pendidikan anaknya ketika di rumah. Sungguh, anggapan yang seperti itu tidaklah
benar. Orangtua tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya secara
keseluruhan. Sedangkan guru bertanggung jawab karena mendapatkan amanat dari
orangtua untuk mendidik anak-anak mereka, di samping merupakan tanggung jawab
kemanusiaan.
Di sinilah
sesungguhnya tugas dan tanggung jawab guru menjadi tidak main-main. Amanat dari
para orangtua untuk mendidik anak-anaknya harus ditunaikan dengan baik. Tidak
sekadar mengajar, akan tetapi juga mendidiknya. Dengan demikian, seorang guru
bisa dikatakan sebagai orangtua kedua bagi anak didiknya. Sebagai orangtua
kedua, sudah tentu dibutuhkan kedekatan dengan anak didiknya agar berhasil
dalam menjalankan tugas penting dan mulia ini.
Daoed
Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok, yaitu
:
1.
Tugas Profesional,
Tugas-tugas
profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan,
keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan
seharusnya diketahui oleh anak.
2.
Tugas Manusiawi,
Tugas manusiawi adalah tugas-tugas
membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak
dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri,
identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri juga mengenai
jati diri dari peserta didik.
3. Tugas Kemasyarakatan
Tugas kemasyarakatan merupakan
konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan
apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara melalui UUD 1945 dan nilai
pancasila.
Lebih mudah membuat manusia itu berbudaya kalau ia
terdidik atau terpelajar, akan tetapi orang yang terdidik dan terpelajar tidak
dengan sendirinya berbudaya. Maka mengingat pendidikan ini sebagai pembinaan
pra jabatan yaitu di satu pihak mempersiapkan mereka untuk menjadi guru dan di
lain pihak membuat mereka menjadi manusia dalam artian manusia berbudaya,
kiranya perlu dikemukakan mengapa guru itu harus menjadi rnanusia berbudaya.
Oleh karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan, jadi pendidikan dapat
berfungsi melaksanakan hakikat sebagai bagian dari kebudayaan kalau yang
melaksanakannya juga berbudaya.
Untuk menyiapkan guru yang juga manusia berbudaya ini
tergantung 3 elemen pokok yaitu:
1. Orang yang
disiapkan menjadi guru ini melalui prajabatan (initial training) harus
mampu menguasai satu atau beberapa disiplin ilmu yang akan diajarkannya di
sekolah melalui jalur pendidikan, paling tidak pendidikan formal. Tidak mungkin
seseorang dapat dianggap sebagai guru atau tenaga kependidikan yang baik di
satu bidang pengetahuan kalau dia tidak menguasai pengetahuan itu dengan baik.
Ini bukan berarti bahwa seseorang yang menguasai ilmu pengetahuan dengan baik
dapat menjadi guru yang baik, oleh karena biar bagaimanapun mengajar adalah
seni. Tetapi sebaliknya biar bagaimanapun mahirnya orang menguasai seni
mengajar (art of teaching), selama ia tidak punya sesuatu yang akan
diajarkannya tentu ia tidak akan pantas dianggap menjadi guru.
2. Guru tidak
hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat
diajarkannya, ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk
aspek manusiawinya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai
pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar
kebudayaan yang kuat. Jadi bagi guru-guru juga perlu diberikan dasar pendidikan
umum.
3. Pendidikan
terhadap guru atau tenaga kependidikan dalam dirinya seharusnya merupakan satu
pengantar intelektual dan praktis kearah karir pendidikan yang dalam dirinya
(secara ideal kita harus mampu melaksanakannya) meliputi pemagangan. Mengapa
perlu pemagangan, karena mengajar seperti juga pekerjaan dokter adalah seni.
Sehingga ada istilah yang populer di dalam masyarakat tentang dokter yang
bertangan dingin dan dokter yang bertangan panas, padahal ilmu yang diberikan
sama. Oleh karena mengajar dan pekerjaan dokter merupakan art (kiat),
maka diperlukan pemagangan. Karena art tidak dapat diajarkan adalah
teknik mengajar, teknik untuk kedokteran. Segala sesuatu yang kita anggap kiat,
begitu dapat diajarkan jiakalau menjadi teknik.
Akan tetapi kalau kiat ini tidak
dapat diajarkan bukan berarti tidak dapat dipelajari. Untuk ini orang harus
aktif mempelajarinya dan mempelajari kiat ini harus melalui pemagangan dengan
jalan memperhatikan orang itu berhasil dan mengapa orang lain tidak berhasil,
mengapa yang satu lebih berhasil, mengapa yang lain kurang berhasil? Jadi hal
ini sangatlah penting dalam upaya keberhasilan pengajaran seorang guru terhadap
anak didiknya kelak.
Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan, maka
tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga
berkaitan dengan etika. Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam
rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan
integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. Hal ini berarti bahwa
tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Guru
seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk
mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk
turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah
keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di
mana dia hidup.
Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator, motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal.
Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktek-praktek komunikasi. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai-nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat, oleh karena anak didik ini tidak akan hidup mengasingkan diri. Kita mengetahui cara manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya melalui bahasa tetapi dapat juga melalui gerak, berupa tari-tarian, melalui suara (lagu, nyanyian), dapat melalui warna dan garis-garis (lukisan-lukisan), melalui bentuk berupa ukiran, atau melalui simbul-simbul dan tanda tanda yang biasanya disebut rumus-rumus.
Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator, motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal.
Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktek-praktek komunikasi. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai-nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat, oleh karena anak didik ini tidak akan hidup mengasingkan diri. Kita mengetahui cara manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya melalui bahasa tetapi dapat juga melalui gerak, berupa tari-tarian, melalui suara (lagu, nyanyian), dapat melalui warna dan garis-garis (lukisan-lukisan), melalui bentuk berupa ukiran, atau melalui simbul-simbul dan tanda tanda yang biasanya disebut rumus-rumus.
Ahmad Tafsir membagi tugas-tugas yang dilaksanakan oleh guru antara lain
adalah:
1. Wajib mengemukakan pembawaan yang ada pada anak dengan berbagai cara
seperti observasi, wawancara, melalui pergaulan, angket dan sebagainya.
2. Berusaha menolong anak didik mengembangkan pembawaan yang baik dan
menekankan pembawaan yang buruk agar tidak berkembang.
3. Memperlihatkan kepada anak didik tugas orang dewasa dengan cara
memperkenalkan kepada anak didik tugas orang dewasa dengan cara memperkenalkan
berbagai keahlian, keterampilan, agar anak didik memilikinya dengan cepat.
4. Mengadakan evaluasi setiap waktu untuk mengetahui apakah perkembangan
anak didik berjalan dengan baik.
5. Memberikan bimbingan dan penyuluhan tatkala anak didik melalui kesulitan
dalam mengembangkan potensinya.
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat diketahui tugas dan
tanggungjawab guru bukan hanya mengajar
atau menyampaikan kewajiban kepada anak didik, akan tetapi juga membimbing
mereka secara keseluruhan sehingga terbentuk kepribadian yang
berpendidikan dan berkarakter.
Gambaran di
atas merupakan tugas dan tanggungjawab guru dalam arti yang luas. Sedangkan
dalam arti yang lebih mengkerucut dapat diambil kesimpulan bahwa tugas seorang
guru adalah lebih kepada hubungannya kepada anak didik di dalam kelas, serta
menjadi "sesuatu" yang dapat dijadikan gambaran bahwa ia adalah
seorang guru, seperti:
1.
Membuat perangkat pembelajaran, meliputi Silabus,
Program Tahunan dan Program Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, LKS
2.
Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3.
Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar;
ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan kenaikan
kelas, ujian akhir sekolah.
4.
Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5.
Menyusun dan melaksanakan program remedi dan pengayaan
6.
Mengisi daftar nilai siswa
7.
Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan
pengetahuan) kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar
8.
Membuat alat peraga/media pembelajaran
9.
Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni
10.
Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan
kurikulum
11.
Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
12.
Mengadakan pengembangan program pembelajaran yang
menjadi tanggung jawabnya
13.
Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa
14.
Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum
memulai pembelajaran
15.
Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum
16.
Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk
kenaikan pangkatnya.
Tanggung jawab para guru dan unsur pendidikan lainnya bukan hanya
sekedar dalam hal mengajar atau memajukan dunia pendidikan di sekolah
ditempatnya bertugas, tetapi juga bertangggung jawab untuk mengajak masyarakat di sekitarnya
masing-masing untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di
wilayahnya. Maju mundurnya pendidikan di daerah tergantung kinerja para dewan
guru, pengawas ekolah dan komite sekolah, karenanya diharapkan semuanya biasa
menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya yang disertai keikhlasan hati dalam
mengemban amanah yang diberikan.
Guru yang professional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian
tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode.
Selain itu juga ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan
seluruh pengabdiannya. Guru yang professional hendaknya mampu memikul dalam
melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua,
masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Guru professional mempunyai tanggung
jawab pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual.
Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya, mengelola dirinya, menngendalikan dirinya dan
menghargai serta mengembangkan dirinya.
Tanggung jawab social diwujudkan melalui kompetensi guru dari lingkungan
social serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif.
Tangggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai
perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk penunjang
tugasnya.
Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru
sebagai makhluk beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari
norma agama dan moral.
Secara
garis besar, tugas dan tanggung jawab seorang guru adalah mengembangkan
kecerdasan yang ada dalam diri setiap anak didiknya. Kecerdasan ini harus
dikembangkan agar anak didik dapat tumbuh dan besar menjadi manusia yang cerdas
dan siap menghadapi segala tantangan di masa depan. Di antara kecerdasan yang
perlu dikembangkan oleh seorang guru adalah sebagai berikut:
a.
Kecerdasan Intelektual
Kecerdasan
intelektual atau biasa disebut Intelligence Quotient (IQ)
adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari segala sesuatu dengan
alat-alat berpikir. Kecerdasan intelektual ini bisa diukur dari sisi kekuatan
verbal dan logika seseorang. Secara teknis, kecerdasan ini pertama kali digagas
dan ditemukan oleh Alfred Binet, seorang tokoh psikologi dari Prancis.
Kecerdasan
intelektual merupakan kecerdasan yang tampaknya menjadi primadona dan
dikembangkan dengan porsi lebih besar di hampir seluruh sekolah formal di
dunia, termasuk di Indonesia. Seorang anak didik mendapatkan nilai baik atau
tidak, naik kelas atau lulus sekolah, sangat ditentukan oleh nilai dari
kecerdasan intelektualnya. Di sinilah seorang guru diharapkan mampu
mengembangkan kecerdasan intelektual dengan baik, di samping juga mengembangkan
kecerdasan yang lainnya.
b. Kecerdasan
Emosional
Kecerdasan
emosional biasa disebut Emotional Quotient (EQ). Kecerdasan ini
setidaknya terdiri dari lima komponen pokok, yakni kesadaran diri, manajemen
emosi, motivasi, empati, dan mengatur sebuah hubungan sosial. Kecerdasan ini
juga dikembangkan pada sekolah-sekolah formal, namun porsinya jauh di bawah
kecerdasan intelektual. Padahal, menurut beberapa penelitian di bidang
kecerdasan dan psikologi, termasuk menurut Daniel Goleman, bahwa kontribusi IQ
bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20%, dan sisanya yang 80%, ditentukan
oleh sederetan faktor yang disebutnya sebagai kecerdasan emosional. Di sinilah
dibutuhkan seorang guru yang bisa mengembangkan kecerdasan emosional
murid-muridnya.
c. Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual atau yang
biasa juga disebut sebagai Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan
yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri, sehingga seseorang
memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik sebuah
kenyataan atau kejadian tertentu. Secara teknis, kecerdasan ini pertama kali
digagas dan ditemukan oleh Danah Zohar.
Dalam beberapa
penelitian di bidang kecerdasan dan psikologi, kecerdasan spiritual dikatakan
sebagai kecerdasan yang paling penting. Hal ini karena terkait erat dengan
kebahagiaan hidup seseorang. Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang
baik akan mampu memaknai secara positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan
penderitaan yang dialaminya. Dengan demikian seseorang akan lebih mudah meraih
kebahagiaan. Di sinilah sesungguhnya sangat penting bagi seorang guru untuk
bisa mengembangkan kecerdasan spiritual anak didiknya.
Ketiga macam jenis
kecerdasan yang ada pada diri anak tersebut sangat perlu untuk diperhatikan
oleh seorang guru, sehingga kecerdasan anak-anak secara keseluruhan pun dapat
berkembang dengan baik. Secara garis besar, inilah tugas dan tanggung jawab
seorang dalam mendidik murid-muridnya. Sebuah tugas dan tanggung jawab yang
tidak ringan, namun sangat penting dan mulia, demi generasi masa depan yang
cerdas dan berakhlak mulia.
2. PERAN GURU
Kehadiran guru dalam proses
belajar mengajar (PBM) masih tetap memegang peranan yang sangat penting.
Peranan guru dalam PBM tidak bisa digantikan oleh mesin-mesin komputer yang
moderen sekalipun. Masih terlalu banyak unsur manusiawi, sikap, sistem nilai,
perasaan, motivasi, kebiasaan dan lain-lain. Seorang guru akan sukses
melaksanakan tugas apabila ia profesional dalam bidang keguruannya. Di samping
itu tugas seorang guru mulia dan mendapat derajat yang tinggi yang diberikan
Allah SWT disebabkan mereka mengajarkan ilmu kepada orang lain.
WF Connell
(1972) membedakan tujuh peran seorang guru, yaitu :
1.
pendidik (nurturer),
2.
model,
3.
pengajar dan pembimbing,
4.
pelajar (learner),
5.
komunikator terhadap masyarakat setempat,
6.
pekerja administrasi,
7.
kesetiaan terhadap lembaga.
Peran guru
sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan
tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan
dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan
mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah
dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh
pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas
dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab
kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan
dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal
dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan
pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus
mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang
dengan norma-norma yang ada.
Peran guru
sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat
menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik
guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma
yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara
dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu
diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.
Peran seorang
guru sebagai pengajar dan pembimbing bagi peserta didik. Dalam menerima atau
mengemban sebuah ilmu pengetahuan seorang peserta didik membutuhkan medium
dalam pemahaman ilmu pengetahuan yang akan didapat, dalam hal ini guru berperan
sebagai medium pengajaran antara materi pengajaran dan para peserta didik.
Selain itu didalam sebuah proses belajar megajar perlu adanya seorang pengajar
dan pembimbing, dimana pengajar memiliki arti seseorang yang memiliki kewajiban
untuk memberi ilmu pengetahuan, pengalaman, dan informasi terhadap peserta
didik dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak mengerti menjadi
mengerti. Sedangkan peran guru sebagai pembimbing yakni seseorang yang
mengarahkan dengan memberikan contoh atau gambaran-gambaran dari suatu tujuan yang
ingin dicapai.
Peran
seorang guru sebagai pelajar memiliki arti dalam sebuah pembelajaran tidak
hanya sebagai pendidik, pengajar dan pembimbing dalam lingkungan pendidikan
akan tetapi guru bisa berperan sebagai pelajar yaitu saling bertukar informasi dan
pengetahuan dengan peserta didik, jadi peran guru tidak selalu sebagai
seseorang yang menjadi pusat perhatian dalam pendidikan.
Peran
seorang guru sebagai guru komunikator terhadap masyarakat
setempat, guru bukan hanya sekedar
dalam hal mengajar atau memajukan dunia pendidikan di sekolah ditempatnya
bertugas, tetapi juga
bertangggung jawab untuk mengajak masyarakat di sekitarnya masing-masing untuk
ikut berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di wilayahnya.
a. Peran Guru
dalam Proses Pembelajaran Peserta Didik
1.
Guru sebagai perencana (Planner)
Yang harus mempersiapkan apa yang
akan dilakukan didalam proses belajar mengajar, misal membuat perangkat
pembelajaran, meliputi Silabus, Program Tahunan dan Program Semester, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, LKS dan lain sebagainya.
2. Guru sebagai pelaksana (Organizer)
2. Guru sebagai pelaksana (Organizer)
Yang harus dapat menciptakan
situasi,memimpin,merangsang,menggerakan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar
sesuai dengan rencana. Dimana ia bertindak sebagai orang sumber,konsultan
kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik dan humanistic (manusiawi) selama
proses berlangsung.
3. Guru sebagai penilai (Evaluator)
3. Guru sebagai penilai (Evaluator)
Yang harus
mengumpulkan,
menganalisa, menafsirkan, dan akhirnya harus memberikan pertimbangan atas
tingkat keberhasilan proses pembelajaran berdasarkan kriteria yang ditetapkan,
baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kulifikasi produknya. Misal,
melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar; ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas, ujian akhir sekolah.
4.
Guru sebagai
Pembimbing (Teacher Ccounsel)
Dimana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik
yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, dan kalau masih dalam batas
kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).
b. Peran Guru di Sekolah, Kelurga dan Masyarakat
Disekolah
guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai
hasil pembelajaran peserta didik, pengarag pembelajaran, dan pembimbing peserta
didik.
Sedangkan dalam kelurga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator).
Sedangkan dalam kelurga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator).
Sementara
itu dimasyarakat, guru berperan sebagai Pembina masyarakat (social developer), agen
masyarakat (socil masyarakat).
Lebih jauh dikemukakan pula tentang peranan guru
yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran an adminisrasi pendidikan,diri
pribadi,dan dari sudut pandang psikologis.
Dalam
hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administasi pendidikan,guru
berperan sebagai:
1. Pengambil inisiatif, pengarah dan penilai pendidikan.
2. Wakil masyarakat disekolah
Artinya guru berperan sebagai pembawa suaraan kepentingan masyarakat dalam pendidikan.
3. Seorang pakar alam bidangnya
Yaitu mengusai bahan yang harus dikerjakannya
4. Penegak disiplin
Yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin
5. Pelaksana administrasi pendidikan
Yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
6. Pemimpin generasi muda
Artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan
7. Penterjemah kepada masyarakat
Yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai masyarakat.
1. Pengambil inisiatif, pengarah dan penilai pendidikan.
2. Wakil masyarakat disekolah
Artinya guru berperan sebagai pembawa suaraan kepentingan masyarakat dalam pendidikan.
3. Seorang pakar alam bidangnya
Yaitu mengusai bahan yang harus dikerjakannya
4. Penegak disiplin
Yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin
5. Pelaksana administrasi pendidikan
Yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
6. Pemimpin generasi muda
Artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan
7. Penterjemah kepada masyarakat
Yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai masyarakat.
·
Dipandang
dari segi diri pribadinya, seorang guru berperan sebagai
:
a. Pekerja sosial
Yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan pelayanan kepada masyarakat.
b. Pelajar dan ilmuan
Yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
c. Orang Tua
Artinya guru adalah wakil dari orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik disekolah
d. Model Keteladanan
Artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh para peserta didik.
e. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik
Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
a. Pekerja sosial
Yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan pelayanan kepada masyarakat.
b. Pelajar dan ilmuan
Yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
c. Orang Tua
Artinya guru adalah wakil dari orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik disekolah
d. Model Keteladanan
Artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh para peserta didik.
e. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik
Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
·
Dipandang
dari sudut secara biologis, guru berperan
sebagai;
a. Pakar psikologis pendidikan
Artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi penidikan dan mampu mengamalkanya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
b. Seniman dalam hubungan antar manusia
Artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
c. Inovator
Guru merupakan oran yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik
d. Petugas kesehatan mental.
Artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya
kesehatan mental para peserta didika. Pakar psikologis pendidikan
Artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi penidikan dan mampu mengamalkanya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
b. Seniman dalam hubungan antar manusia
Artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
c. Inovator
Guru merupakan oran yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik
d. Petugas kesehatan mental.
DAFTAR PUSTAKA
Sadirman.
1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada..
Aqib,
Zainal. 2009. Belajar dan Pembelajaran di
Sekolah Dasar. Surakarta: Yrama Widya.
Rosenblum, Renee dkk. 2008. Anda Harus Pergi ke Sekolah...Anda Guru ! Edisi 3. Bandung: Indeks.
INTAN PERMATASARI
FKIP-PGSD
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar